Timnas Inggris menutup jeda internasional dengan catatan positif di bawah arahan Thomas Tuchel. Dari empat laga UEFA Nations League, The Three Lions mengemas tiga kemenangan, mencetak 14 gol, dan mencatatkan tiga clean sheet, termasuk kemenangan 7-0 atas Kroasia di Rijeka.

Empat pemain Arsenal turut dipanggil pada periode ini, yakni Bukayo Saka, Ezri Konsa, Eberechi Eze, dan Myles Lewis-Skelly. Di sisi lain, Declan Rice memutuskan mundur dari skuad demi menjaga kebugaran atau load management. Sejak awal musim lalu, gelandang Arsenal itu sudah mencatatkan 76 penampilan untuk klub dan negara. Keputusan ini melegakan suporter Arsenal agar sang pemain tetap bugar saat Premier League kembali bergulir, namun gaya main Inggris tanpa Rice justru memicu diskusi taktis.

Eksperimen Lini Tengah dan Alur Bola

Tanpa Rice, Tuchel membagi menit bermain di posisi gelandang bertahan kepada Alex Scott dan pemain muda Arsenal, Myles Lewis-Skelly. Scott tampil cair bersama Elliot Anderson saat melawan Kroasia, sementara Lewis-Skelly membuktikan kapasitasnya sebagai opsi rotasi yang handal.

Struktur permainan Inggris terlihat lebih seimbang dan mengalir dalam hal umpan vertikal. Kondisi ini membuat sebagian suporter mempertanyakan pengaruh kehadiran Rice terhadap kecepatan transisi tim.

Analisis yang lebih objektif menyoroti kombinasi partner di lini tengah. Masalah utamanya bukan pada kualitas individu Rice, melainkan kecocokan gaya main saat ia diduetkan dengan Elliot Anderson. Memainkan keduanya secara bersamaan dinilai membuat tempo build-up serangan menjadi lebih lambat.

Peran Defensif Kontra Tim Kuat

Meski permainan Inggris terlihat lebih cair, kualitas lawan tetap harus diperhitungkan. Kroasia tampil di bawah performa, dan Republik Ceko saat ini berada di luar 20 besar peringkat Eropa.

Saat menghadapi tim-tim top seperti Spanyol, Prancis, atau Argentina—di mana Inggris mungkin tidak memegang dominasi penguasaan bola—fungsi Rice sebagai tameng lini belakang tetap krusial. Kemampuan intersep dan membaca permainan miliknya masih jadi salah satu yang terbaik di level internasional.

Keuntungan untuk Tuchel dan Arteta

Situasi ini memberikan keuntungan ganda bagi Arsenal dan timnas Inggris. Tuchel kini punya alternatif pemain untuk rotasi di pos gelandang bertahan, sementara Mikel Arteta bisa lebih leluasa mengatur menit bermain Rice agar terhindar dari risiko keletihan jelang fase krusial musim ini.