Mikel Arteta tentu masuk dalam jajaran manajer yang paling menghindari periode jeda internasional. Meski waktu istirahat berguna bagi sebagian skuad, ancaman cedera pemain saat membela tim nasional selalu menjadi momok menakutkan bagi sang juru taktik Arsenal.
Sialnya, Arsenal kerap dihantam masalah kebugaran pemain selama jeda internasional. Belakangan, Kai Havertz harus pulang lebih cepat ke London karena masalah fisik, sementara Christos Tzolis juga mengalami cedera hamstring.
Di tengah situasi pelik tersebut, Arsenal mendapat sedikit kelegaan berkat pendekatan masuk akal dari pelatih timnas Brasil, Carlo Ancelotti, dalam memperlakukan para pemain Meriam London.
Manajemen Beban Kerja Gabriel dan Guimaraes
Dua pilar penting Arsenal, Gabriel Magalhaes dan Bruno Guimaraes, mendapat panggilan memperkuat Selecao. Mengingat tingginya intensitas pertandingan dalam setahun terakhir serta riwayat masalah fisik mereka, Arteta tentu membutuhkan kehati-hatian ekstra.
Dalam rangkaian laga uji coba di Australia, Guimaraes tampil sebagai starter di dua pertandingan, masing-masing bermain selama 62 dan 81 menit. Sementara itu, Gabriel hanya tampil di satu laga dan bermain penuh selama 90 menit.
Menjelang laga berikutnya melawan India di Kolkata, Ancelotti mengambil langkah taktis saat sesi latihan di Australia. Gabriel dan Guimaraes hanya mengikuti menu latihan awal terpisah sebelum diinstruksikan memantau sisa sesi dari pinggir lapangan sebagai bagian dari manajemen beban kerja.
Laporan dari TalkSPORT menyebutkan bahwa Arsenal dan staf kepelatihan Brasil menjalin komunikasi intensif untuk mencegah kelelahan berlebihan pada kedua pemain kunci tersebut.
Meski telah terbang bersama skuad ke India untuk pertandingan hari Sabtu, kepastian tampilnya Gabriel dan Guimaraes masih belum diumumkan. Sebagai langkah ideal bagi Arsenal, keduanya tentu lebih baik diistirahatkan total guna meminimalisasi risiko cedera sebelum kembali ke London Utara.