Awal musim Viktor Gyokeres di Arsenal memang belum sepenuhnya mulus. Penyerang asal Swedia itu lebih sering masuk dari bangku cadangan dan belum pernah tampil sebagai starter di Premier League. Namun, cederanya Kai Havertz saat membela timnas Jerman kini membuka pintu lebar bagi Gyokeres untuk memimpin lini depan skuat Mikel Arteta.
Di level internasional, performa Gyokeres sejatinya terlihat meyakinkan dengan torehan dua gol dari dua laga bersama Swedia. Meski begitu, media nasional Swedia justru memberikan ulasan yang cukup kritis terkait kontribusi taktis sang striker, khususnya saat Swedia menang 3-1 atas Polandia.
Catatan Kritis Media Swedia
Media lokal TVmatchen memberi nilai 7/10 untuk Gyokeres. Mereka memuji etos kerja dan pergerakannya tanpa bola, tetapi menilai sentuhan pertamanya masih terasa kaku. Hal itu membuat Gyokeres beberapa kali terisolasi di antara barisan bek lawan dan gampang kehilangan penguasaan bola.
Sementara itu, SvenskaFans memberikan rating 3/5 dan menyebut Gyokeres sempat tampil pasif di babak pertama sebelum akhirnya menemukan ruang di paruh kedua untuk mencetak gol. Kendati sukses memanfaatkan peluang, ia dianggap sering 'menghilang' dari alur permainan dalam durasi yang cukup lama.
Adapun Aftonbladet menyoroti minimnya suplai bola dari lini tengah yang bikin Gyokeres sempat kesulitan, meski mereka tetap mengapresiasi daya juang dan ketajamannya di dalam kotak penalti.
Tuntutan Skema Mikel Arteta
Pola di tim nasional ini dinilai mirip dengan situasinya di Arsenal: catatan gol kerap menutupi performa keseluruhannya yang secara taktis belum maksimal. Padahal, dalam skema racikan Mikel Arteta, seorang penyerang tidak hanya dituntut mencetak gol, tetapi juga wajib terlibat aktif dalam membangun serangan.
Alur serangan The Gunners berada di level terbaik saat lini depan tampil cair, saling mengisi ruang, dan rajin melakukan kombinasi operan pendek. Jika Gyokeres hanya berdiri sebagai penyerang murni tanpa keterlibatan dalam link-up play, alur bola Arsenal berisiko tersendat. Hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah terbesar Gyokeres jika ingin menyegel posisi utama di lini depan Meriam London.