Isu pelanggaran aturan finansial yang menyeret Manchester City masih menjadi topik panas di Liga Inggris. Kasus ini berdampak besar bagi klub-klub lain seperti Arsenal yang bersaing di papan atas dan memantau potensi sanksi atau kompensasi.

Di saat banyak pihak menuntut hukuman berat mulai dari pengurangan poin hingga pencopotan gelar, mantan Chairman Arsenal, David Dein, justru punya usulan yang berbeda untuk menyelesaikan kisruh regulasi ini.

Usul Hapus Aturan Lama dan Mulai dari Nol

Dein berpendapat bahwa sistem pengawasan keuangan yang berjalan saat ini sudah gagal berfungsi. Solusi yang ia tawarkan adalah menghapus regulasi yang ada, memberikan amnesti bagi klub-klub yang bermasalah, lalu membuat aturan baru yang lebih segar.

"Secara pribadi, saya pikir aturan yang ada sekarang harus dihapus dan kita harus mulai lagi dengan formula baru. Saat ini aturan tersebut tidak berjalan," kata Dein.

Ia juga menyoroti bagaimana fokus klub kini lebih banyak tersita di ruang sidang ketimbang urusan teknis di atas lapangan. Pertemuan-pertemuan Premier League sering kali melibatkan tim hukum, dengan biaya sengketa yang mencapai jutaan poundsterling. Menurut Dein, dana sebesar itu akan jauh lebih berguna jika dipakai untuk memajukan sepak bola akar rumput.

Kritik Terhadap Sistem Pembatasan Modal

Dari kaca mata bisnis, pembatasan modal di sepak bola memang berbeda dibanding industri lain di mana pemilik bebas menyuntikkan dana demi kemajuan perusahaan. Hal inilah yang mendasari pandangan kritis Dein terhadap kerumitan aturan finansial liga.

Meski usulan amnesti total ini kecil kemungkinannya untuk diambil oleh otoritas Premier League, gagasan dari salah satu tokoh penting di era modern Liga Inggris ini menyoroti betapa rumitnya masalah regulasi yang sedang membebani kompetisi.