Sektor gelandang Arsenal dalam beberapa tahun terakhir dihuni oleh banyak pemain top. Mulai dari era Granit Xhaka, kehadiran Declan Rice, hingga talenta muda seperti Myles Lewis-Skelly. Namun, ada satu nama mantan pemain Arsenal yang ternyata paling meninggalkan kesan bagi pemain lawan, yaitu Jorginho.

Dalam sesi tanya jawab dengan Premier League, gelandang Everton Kiernan Dewsbury-Hall membagikan pengalamannya menghadapi para pemain tengah papan atas. Alih-alih menyebut nama-nama populer seperti Kevin De Bruyne atau Bruno Fernandes, Dewsbury-Hall secara mengejutkan memilih Jorginho sebagai lawan terberatnya.

Bukan Soal Fisik, Melainkan Otak Taktis

Dewsbury-Hall menilai bahwa keunggulan utama Jorginho bukan terletak pada kecepatan atau duel fisik, melainkan pada kecerdasan posisi dan ketenangannya dalam mengalirkan bola.

"Jawaban yang mungkin tidak diduga orang-orang adalah Jorginho. Dia tidak bisa berlari cepat dan tidak kuat secara fisik, tetapi dia bisa melepaskan 150 umpan per pertandingan dan Anda tidak bisa mendekatinya. Itu sangat memfrustrasikan," ungkap Dewsbury-Hall.

Peran Jorginho sebagai deep-lying playmaker memang sangat diandalkan oleh Mikel Arteta. Gelandang asal Italia itu bertindak sebagai pengatur tempo yang membuat jalannya pertandingan tetap terkendali tanpa harus menguras banyak tenaga lewat lari-lari percuma.

Fakta menariknya, Dewsbury-Hall mengakui dirinya belum pernah menang dalam laga ketika harus berhadapan langsung dengan Jorginho di lapangan tengah. Pengakuan ini menegaskan kualitas Jorginho sebagai salah satu gelandang paling cerdas di Premier League.