Saat tim utama Arsenal bertanding di Piala Liga melawan Ipswich pada Selasa malam, skuad U-21 harus melakoni laga tandang menghadapi Leyton Orient di ajang EFL Trophy. Situasi jadwal yang padat ini membuat tim muda Arsenal tidak diperkuat beberapa pemain kunci seperti Max Dowman, Marli Salmon, Theo Julienne, dan Ife Ibrahim yang harus merapat ke tim senior.

Arsenal U-21 datang dengan tekanan besar setelah kalah dari Barnet di laga pembuka grup. Kekalahan kedua jelas akan langsung mengakhiri peluang mereka. Leyton Orient sempat memanfaatkan situasi ini dan unggul lebih dulu pada menit ke-25 lewat sundulan Nicholas Oyekunle meneruskan umpan silang.

Namun, respons anak asuh David Horseman tergolong cepat. Menjelang turun minum, Archie sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 memanfaatkan umpan terobosan matang dari Maalik Hashi.

Aksi Gemilang Ranson dan Gol Penentu Kemenangan

Memasuki babak kedua, tuan rumah meningkatkan intensitas serangan dan beberapa kali nyaris kembali memimpin. Kiper Arsenal, Khari Ranson, melakukan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menepis tendangan terdefleksi dan mengamankan bola muntah dari jarak dekat.

Skor 1-1 bertahan cukup lama hingga akhirnya Andre Harriman-Annous mencetak gol penentu kemenangan Arsenal menjelang pertandingan bubar. Gol ini berawal dari serangan balik cepat saat tembakan jarak jauh Evan Mooney berhasil dimentahkan kiper, dan Harriman-Annous langsung menyambar bola rebound untuk mengubah skor menjadi 2-1.

Pemain rekrutan anyar, James Scanlon, turut berperan besar dalam menciptakan peluang awal bagi Mooney. Mantan winger Manchester United tersebut kembali memperlihatkan performa positif bersama klub barunya. Pemain berusia 19 tahun ini tampil menonjol di lini serang Arsenal setelah sebelumnya juga mencatatkan dua gol dari tiga pertandingan.

Komentar Pelatih dan Peluang Lolos

Pelatih tim U-21, David Horseman, memberikan evaluasinya selepas laga. "Saya ingin anak-anak bermain lebih tinggi. Selama 20 menit pertama, lini belakang kami berada di posisi yang tepat dan saya rasa kami memegang kendali," ujar Horseman.

"Melihat tim utama kami yang terbiasa bertahan dengan garis pertahanan tinggi, kiper dan bek tengah harus mampu menutup ruang di belakang. Itu aspek yang harus dibiasakan. Secara keseluruhan, saya bangga dengan para pemain. Ini hasil krusial yang menjaga peluang kami di laga terakhir melawan Wimbledon," tambahnya.

Saat ini, Arsenal U-21 berada di peringkat kedua grup dengan dua tim teratas berhak melangkah ke fase knock-out. Nasib mereka sepenuhnya berada di tangan sendiri saat menghadapi AFC Wimbledon pada 27 Oktober mendatang. Kemenangan di laga tersebut akan otomatis meloloskan Arsenal tanpa harus bergantung pada hasil tim lain.

Susunan Pemain Arsenal U-21: Ranson, Clarke, Dixon, Mooney, Ogunnaike, Stevens, Washington, Scanlon, Hashi, Murisa, Nwaneri.Pemain pengganti: Hamill, Tyjon, McCarron, Harriman-Annous, Agustien, Porter, Mbala.