Penampilan Eberechi Eze saat Arsenal menghadapi Nottingham Forest menjadi sorotan para pendukung The Gunners. Dimainkan sebagai penyerang sayap kiri, pemain asal Inggris tersebut gagal memberikan dampak berarti dan harus ditarik keluar saat jeda babak pertama untuk digantikan Noni Madueke.
Keputusan Mikel Arteta terbukti tepat karena Madueke justru mencetak gol kemenangan Arsenal. Situasi ini jelas menjadi sinyal bahaya bagi Eze yang hanya bisa menyaksikan sisa pertandingan dari bangku cadangan.
Mantan manajer Crystal Palace, Alan Pardew, menilai ada alasan taktis mendasar mengapa Arteta enggan menempatkan Eze di posisi favoritnya, yakni peran nomor 10 atau gelandang serang tengah.
Tuntut Kontribusi Bertahan
Pardew menjelaskan bahwa standar Arteta untuk gelandang serang tengah sangat tinggi, terutama dalam hal intensitas bertahan saat tim kehilangan bola—peran yang selama ini dijalankan dengan baik oleh Martin Odegaard.
"Cara Arteta mengatur posisi nomor 10 membuat saya ragu Eze bakal mendapat banyak kesempatan di sana. Ada aspek bertahan dalam posisi itu yang sangat disukai Arteta dari Odegaard, sementara Eze tidak melakukannya. Saya pikir Arteta kurang nyaman dengan hal tersebut," kata Pardew kepada talkSPORT.
Selain itu, Pardew menilai kecenderungan Eze yang sering bergerak terlalu ke tengah justru membuat alur serangan Arsenal menyempit dan kehilangan lebar lapangan. Ia memprediksi peran Eze bakal lebih banyak bergeser sebagai pemain pengganti pembeda laga.
Pesan Menohok dari Ian Wright
Kritik juga datang dari legenda Arsenal, Ian Wright. Menurutnya, Eze harus lebih berani mengambil risiko dan memegang kendali saat dipercaya tampil, bukan malah bermain aman tanpa menciptakan peluang.
"Jika saya jadi Eze, saya sadar tidak akan selalu jadi pilihan utama, jadi saya harus memaksa diri untuk memberi pengaruh di lapangan. Saya lebih rela ditarik keluar manajer karena mencoba sesuatu dan kehilangan bola, daripada ditarik keluar tanpa memberikan kontribusi apa pun," tegas Wright.
Melihat performa impresif Noni Madueke belakangan ini, posisi Eze di skuad utama asuhan Mikel Arteta jelas mulai terancam. Kini, keputusan ada di tangan Eze untuk membuktikan kualitasnya kembali di sesi latihan dan laga-laga berikutnya.