Sindiran suporter lawan yang kerap menyebut Arsenal sebagai tim 'spesialis bola mati' mendadak mereda musim ini. Padahal dalam beberapa tahun terakhir, skuad asuhan Mikel Arteta dikenal sangat mematikan lewat situasi sepak pojok maupun tendangan bebas yang kerap dieksekusi Declan Rice dan Bukayo Saka.
Namun, ceritanya berbeda pada awal musim ini. Dari delapan laga yang sudah dijalani di semua kompetisi, The Gunners belum mencatatkan satu pun gol dari situasi bola mati. Dari total 16 gol yang dicetak Arsenal sejauh ini, 15 di antaranya lahir melalui skema open play dan satu sisanya berasal dari eksekusi penalti Bukayo Saka saat menghadapi Sunderland.
Arteta Anggap Cuma Masalah Keberuntungan
Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih bola mati Arsenal, Nicolas Jover. Padahal pada periode yang sama musim lalu, variasi taktik Jover sudah menghasilkan beberapa gol penting, termasuk gol pembuka Riccardo Calafiori ke gawang Manchester United.
Meski tren tersebut sedang terhenti, Mikel Arteta memilih untuk tidak panik. Manajer asal Spanyol itu merasa kualitas ancaman yang dihadirkan anak asuhnya dari situasi bola mati sebenarnya justru meningkat dibanding musim lalu.
“Menurut pendapat pribadi saya, kami melakukan hal-hal yang lebih baik dari tahun lalu dalam lima pertandingan pertama, hanya saja bolanya belum masuk,” kata Arteta seperti dikutip dari Arseblog.
“Terkadang ini cuma masalah keberuntungan. Musim ini kami harusnya bisa mencetak sekitar empat gol dari situasi tersebut. Jika kami terus menjaga konsistensi dan rajin membuat peluang yang sama, saya yakin gol dari bola mati akan mengalir dengan sendirinya,” tambahnya.
Arsenal berpeluang memutus tren negatif ini saat menjamu Leeds United di Stadion Emirates pada akhir pekan nanti. Laga tersebut bakal menjadi pembuktian bagi Nicolas Jover dan lini serang Arsenal untuk menunjukkan bahwa senjata rahasia mereka belum tumpul.