Persaingan ketat di jalur juara Liga Inggris sering kali diwarnai momen-momen menegangkan di atas lapangan. Salah satu kejadian yang paling diingat Arsenal musim lalu terjadi pada Februari saat bertamu ke markas Wolverhampton Wanderers di Stadion Molineux. Sempat unggul 2-0, kemenangan Arsenal buyar di pengujung laga.
Menjelang akhir injury time, sebuah umpan silang lambung ke kotak penalti memicu miskomunikasi antara David Raya dan bek tengah Gabriel Magalhaes. Raya berniat menghalau bola, sementara Gabriel bergerak mundur ke arah yang sama. Keduanya bertabrakan dan membuat bola terlepas.
Tom Edozie yang berdiri bebas langsung menyambar bola liar tersebut. Si kulit bundar sempat membentur Riccardo Calafiori sebelum masuk ke gawang Arsenal pada menit ke-94. Akibat insiden ini, Arsenal kehilangan dua poin penuh dan keunggulan mereka di puncak klasemen terpangkas menjadi lima poin dari Manchester City.
Pesan Tegas Gabriel di Ruang Ganti
Tampil dalam siniar Beyond The Box, Raya kembali mengenang insiden tersebut secara terbuka. Ia mengakui posisinya yang serba salah dalam sepersekian detik itu.
"Pada dasarnya saya mencoba melakukan hal yang benar, yaitu menjangkau umpan silang itu. Tapi kemudian Gabriel berada di tengah, kami bertabrakan, bola terlepas ke lantai, dan mereka mencetak gol," kenang kiper asal Spanyol tersebut.
"Anda bisa bilang itu salah saya karena menjatuhkan bola, atau salahnya karena berada di tengah dan seharusnya menghindar."
Raya juga membeberkan obrolan panas di ruang ganti selepas pertandingan usai. Menurutnya, emosi pemain yang meluap-luap membuat mereka sempat berdebat, namun hal itu tidak berujung pada masalah pribadi.
"Kami sempat berdebat karena emosi pertandingan, tetapi tidak ada yang bersifat pribadi. Dia hanya berkata kepada saya: 'Lain kali, tabrak saja saya. Bunuh saya sekalian, saya tidak peduli,'" ungkap Raya menirukan ucapan rekan setimnya itu.
Bagi Raya, gesekan seperti itu adalah hal yang wajar dalam sepak bola kompetitif. Situasi di lapangan tidak selalu bisa dikalkulasi dengan sempurna dalam hitungan detik.
"Itu hanya sepak bola. Anda tidak bisa menjelaskan setiap aksi. Hasil akhirnya kami kehilangan poin dan itu memberi kami tekanan tambahan. Tapi kami berhasil mengatasinya. Saya bisa tampil lebih baik, begitu juga Gabriel. Itulah sepak bola, Anda belajar dari kesalahan dan melangkah maju," pungkasnya.