Thierry Henry memang dikenal luas sebagai salah satu penyerang paling mematikan dalam sejarah Premier League. Delapan tahun berseragam Arsenal di bawah asuhan Arsene Wenger, bomber asal Prancis itu selalu jadi mimpi buruk bagi lini belakang lawan.
Namun, cerita menarik justru datang dari mantan kiper utama Arsenal, David Seaman. Ia menyebut Henry sebenarnya tidak langsung tampil istimewa saat pertama kali datang. Menurut Seaman, Nicolas Anelka justru jauh lebih membuat para pemain senior Arsenal takjub di tempat latihan.
Bikin Bek Senior Arsenal Kewalahan
Arsenal mendatangkan Nicolas Anelka yang kala itu baru berusia 17 tahun dari Paris Saint-Germain pada 1997. Meski kariernya di London Utara tergolong singkat, Anelka memberi dampak besar, terutama pada musim 1998/1999 dengan mencetak 19 gol dan enam assist sebelum dijual ke Real Madrid.
Saat ditanya apakah para pemain Arsenal langsung terperangah ketika Henry pertama kali tiba, Seaman membantahnya dalam podcast Rip and Reveal.
"Tidak, dia (Henry) awalnya tidak sebagus itu. Kamu tahu siapa yang benar-benar membuat kami terkejut? Anelka! Ya, dia luar biasa bagus. Kemampuannya benar-benar menakutkan," ungkap Seaman.
Seaman menceritakan bagaimana kecepatan Anelka saat latihan kerap membuat bek veteran seperti Tony Adams dan Steve Bould kelimpungan.
"Dia begitu hebat sampai membuat Tony Adams dan Steve Bould kewalahan di latihan. Mereka mencoba menekannya, tetapi tidak pernah bisa mengejar kecepatannya. Dia sangat luar biasa," tambahnya.
Alasan Anelka Pindah ke Real Madrid
Karier Anelka di Arsenal sebenarnya sangat menjanjikan. Namun, ia memutuskan hengkang bukan karena menganggap Arsenal klub kecil, melainkan karena kecewa pada respons suporter.
Pada 2008, Anelka sempat membeberkan kepada Sky Sports bahwa ia merasa sakit hati akibat hasil jajak pendapat suporter di media, yang kala itu lebih memilih Ian Wright ketimbang dirinya. Anelka merasa kerja kerasnya di Highbury kurang dihargai, hingga akhirnya mantap menerima pinangan Real Madrid.