Jack Wilshere sangat paham rasanya ketika karier sepak bola terganggu oleh masalah cedera. Mantan gelandang Arsenal tersebut harus gantung sepatu lebih cepat akibat cedera pergelangan kaki dan stress fracture yang terus berulang sejak pramusim 2011.

Saat hadir di acara Stick to Football, Wilshere mengenang mantan rekan setimnya, Abou Diaby. Bagi Wilshere, Diaby adalah salah satu pemain paling luar biasa yang pernah bermain bersamanya di lini tengah Arsenal.

Pernyataan Wilshere tersebut diamini oleh Jamie Carragher dan Ian Wright. Wright menyayangkan nasib Diaby yang dinilainya sangat tidak beruntung karena selalu dihantam cedera tiap kali mencapai bentuk permainan terbaiknya.

Penerus Patrick Vieira yang Dihantam Nasib Buruk

Arsene Wenger mendatangkan Diaby dari Auxerre pada Januari 2006. Saat itu, ia diproyeksikan sebagai penerus jangka panjang Patrick Vieira. Diaby punya modal fisik ideal untuk peran gelandang box-to-box, ditambah kemampuan membawa bola yang sangat baik dari area pertahanan.

Namun, petaka datang pada 2006. Tekel keras pemain Sunderland, Dan Smith, membuat pergelangan kaki Diaby patah. Insiden itu menjadi awal dari masalah fisik berkepanjangan yang mengganggu kariernya selama sembilan tahun membela Meriam London.

Potensi Lini Tengah yang Tak Pernah Terwujud

Secara taktis, kombinasi Diaby dan Wilshere sebenarnya menawarkan profil lini tengah yang sangat komplet. Diaby memberikan kekuatan fisik, ketahanan dari tekanan lawan, dan jangkauan bertahan yang luas. Sementara itu, Wilshere melengkapinya dengan kelincahan serta akurasi umpan kombinasi di ruang sempit.

Sayangnya, karena masalah kebugaran yang terus menimpa keduanya, duet Diaby dan Wilshere hanya sempat tampil bersama dalam 19 pertandingan Premier League. Salah satu bukti kualitas terbaik Diaby terlihat saat Arsenal menang di Anfield pada 2012, di mana ia tampil dominan dan sepenuhnya mengontrol lini tengah.