Penampilan Eberechi Eze saat Arsenal bertandang ke markas Nottingham Forest di City Ground jauh dari kata memuaskan. Dipercaya tampil sebagai starter di sisi kiri serangan, Eze justru tampil loyo dan minim kontribusi sepanjang babak pertama.

Meski Arsenal mendominasi penguasaan bola, Eze gagal melepaskan satu pun tembakan maupun menciptakan peluang. Hasilnya, Mikel Arteta langsung menariknya keluar saat jeda dan memasukkan Noni Madueke. Keputusan tersebut terbukti tepat karena Madueke justru mencetak gol penentu kemenangan The Gunners.

Pesan Menohok dari Ian Wright dan Roy Keane

Performa buruk dan penggantian Eze di awal babak kedua menjadi bahan diskusi hangat para pengamat. Mantan striker Arsenal, Ian Wright, menilai Eze harus lebih berani mengambil keputusan dan memaksakan pengaruhnya di lapangan daripada sekadar bermain aman.

"Kalau saya jadi Eze, saya akan melihat Arteta dan berpikir bahwa saya harus mengambil inisiatif sendiri. Daripada ditarik keluar setelah menguasai 75 persen bola tanpa bikin tembakan atau peluang, saya tentu tidak puas. Saya lebih pilih diganti karena mencoba sesuatu lalu kehilangan bola, daripada ditarik keluar karena tidak memberikan kontribusi apa-apa," tegas Wright.

Wright juga menyoroti bahasa tubuh Eze yang terlihat cemberut di bangku cadangan pada babak kedua. Menurutnya, Eze tidak punya alasan untuk mengeluh karena penampilannya memang tidak maksimal.

Roy Keane menyetujui pandangan tersebut. Eks kapten Manchester United itu menegaskan bahwa persaingan di klub besar seperti Arsenal memang sengit. Ia meminta Eze untuk bercermin dari dampak instan yang diberikan Madueke saat masuk dari bangku cadangan.

Harus Cepat Beradaptasi di Posisi Sayap

Eze perlu menyadari bahwa posisi gelandang serang tengah saat ini praktis menjadi milik Martin Odegaard. Oleh karena itu, kesempatan utamanya untuk starter adalah dari posisi melebar.

Jika tidak segera meningkatkan kualitas permainannya di sektor sayap dan menunjukkan kerja keras yang diminta Arteta, posisi Eze di tim utama Arsenal terancam kian terpinggirkan.