Penyerang muda Arsenal, Ceadach O'Neill, mendapat panggilan dari tim nasional Irlandia Utara untuk agenda UEFA Nations League bulan ini. Di sisi lain, pelatih Irlandia Utara Michael O'Neill mengkritik keras regulasi yang membuka peluang Republik Irlandia membujuk sang pemain untuk pindah tim nasional.
O'Neill sejauh ini sudah mencatatkan dua caps senior bersama Irlandia Utara di laga uji coba musim panas melawan Guinea dan Prancis. Karena sifat laga tersebut non-kompetitif, ia masih bebas untuk berpindah membela Republik Irlandia.
Status internasional pemain berusia muda itu baru akan terkunci permanen jika ia diturunkan dalam laga kompetitif UEFA Nations League menghadapi Georgia pada 25 September dan Hungaria pada 28 September mendatang.
Polemik Regulasi dan Perjanjian Jumat Agung
Sepak bola Irlandia Utara memiliki regulasi unik. Berdasarkan Perjanjian Jumat Agung, setiap orang yang lahir di wilayah tersebut berhak memiliki kewarganegaraan Irlandia sekaligus Inggris.
Keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada 2010 menetapkan bahwa pemain yang lahir di Irlandia Utara bisa memperkuat Republik Irlandia tanpa harus memenuhi syarat standar FIFA, seperti memiliki orang tua atau kakek-nenek kelahiran wilayah tersebut, atau tinggal selama lima tahun.
Sebaliknya, aturan itu tidak berlaku sebaliknya. Pemain yang lahir di Republik Irlandia wajib memenuhi syarat standar FIFA jika ingin membela Irlandia Utara.
Saat mengumumkan skuad, Michael O'Neill menyoroti langkah Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) yang berusaha mendekati wonderkid Arsenal tersebut.
Hal yang paling membuat saya kecewa adalah menempatkan pemain muda dalam posisi harus membuat keputusan transfer internasional sebelum mereka bahkan menjadi pesepakbola profesional selama dua tahun. Itu bukan hal yang tepat, kata Michael O'Neill.
Performa Ceadach O'Neill Bersama Arsenal
Situasi ini jelas memberi tekanan ekstra bagi pemain yang baru merintis karier profesional. Arsenal mendatangkan O'Neill dari Linfield pada bursa transfer musim panas 2024 saat usianya masih 16 tahun, usai tampil apik di ajang Flamengo Adidas Cup di Brasil.
Sejak masuk ke akademi Arsenal, performa O'Neill terbilang konsisten. Ia mencetak 16 gol dan 5 assist dari 41 pertandingan bersama tim U-18.
Selain itu, O'Neill juga mencatatkan 2 gol dan 1 assist dari 11 penampilan di tim U-21, serta menyumbangkan 2 gol dan 1 assist dari 5 laga di ajang UEFA Youth League.