Arsenal baru saja meraih kemenangan 3-0 atas Lille di Liga Champions. Namun, skuad asuhan Mikel Arteta butuh waktu hingga menit ke-64 untuk memecah kebuntuan, sebelum akhirnya mencetak tiga gol dalam rentang waktu singkat.

Pola lambat panas ini mendapat sorotan dari mantan gelandang Arsenal, Emmanuel Petit. Berbicara di acara After Foot, ia menilai kesulitan memulai laga dengan intensitas tinggi kini menjadi kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh lawan.

Kritik Emmanuel Petit soal Lambat Panas

Menurut Petit, Arsenal dalam beberapa laga terakhir terlihat sangat kesulitan untuk langsung masuk ke dalam ritme pertandingan sejak menit awal.

"Kita melihatnya lagi saat melawan Leeds, yang sebenarnya bisa mencetak gol di babak pertama, atau ketika mereka takluk 0-3 dari Brighton," ujar Petit.

Ia menambahkan, tim lawan seharusnya tidak perlu menunggu untuk menekan Arsenal. Bermain dengan intensitas tinggi sejak awal dan memaksa pemain Arsenal berlari adalah cara terbaik menghadapi mereka.

Data Statistik Perkuat Analisis

Catatan dari Opta Analyst turut memperkuat argumen tersebut. Arsenal tercatat selalu gagal mencetak gol pada 45 menit pertama dalam lima pertandingan terakhir di semua ajang. Di Liga Premier, mereka bahkan baru mengemas tiga gol di babak pertama.

Mikel Arteta sendiri mengakui timnya sempat tampil di bawah standar sebelum melakukan pergantian pemain yang mengubah jalannya laga. Meski kedalaman skuad mampu menyelamatkan mereka, masalah lambat panas ini tetap menjadi pekerjaan rumah jelang laga tandang melawan Nottingham Forest akhir pekan nanti.