Keputusan Mikel Arteta memperpanjang kontrak di Arsenal sampai 2030 memang mendapat sambutan positif. Di sisi lain, manajer asal Spanyol itu tetap mendapat sorotan dari media negaranya soal cara dia merotasi lini tengah.

Sorotan ini mengarah ke situasi Mikel Merino dan Martin Zubimendi. Walau punya kualitas yang mumpuni, kedua gelandang tersebut belum menjadi pilihan utama secara reguler di skuad Meriam London musim ini.

Kritik dari Spanyol dan Isu Peminjaman

Jurnalis Diario AS, Tomas Roncero, blak-blakan mengkritik kebijakan Arteta yang sering mencadangkan Merino dan Zubimendi. Menurutnya, kapasitas kedua pemain itu terlalu mubazir jika hanya menjadi pelapis, dan ia menyarankan opsi pindah ke Real Madrid sebagai solusi.

Ketatnya Persaingan di Lini Tengah Arsenal

Kritik dari Roncero ini sebenarnya memperlihatkan betapa menumpuknya stok gelandang Arsenal saat ini. Merino dan Zubimendi harus bersaing ketat dengan Declan Rice, Bruno Guimaraes, hingga produk akademi Myles Lewis-Skelly untuk merebut tempat di starting XI.

Di satu sisi, stok lima gelandang top ini memberi keuntungan besar bagi Arteta dalam hal rotasi dan fleksibilitas taktik. Hal tersebut krusial untuk menjaga kondisi fisik pemain di tengah jadwal padat kompetisi domestik maupun Eropa, meski pada akhirnya memunculkan celah kritik dari pihak luar.