Viktor Gyokeres kembali ditarik keluar pada menit ke-65 saat Arsenal meraih kemenangan 3-0 atas Lille, Selasa malam. Penyerang asal Swedia itu gagal mencatatkan satupun tembakan tepat sasaran sepanjang laga.

Performa Arsenal langsung berubah drastis setelah Gyokeres digantikan. Seluruh tiga gol kemenangan The Gunners tercipta pada setengah jam terakhir pertandingan. Theo Walcott menilai salah satu penyerang Arsenal terlihat jauh lebih nyaman setelah pergantian tersebut.

Analisis Dampak Pergantian Pemain Arteta

Berbicara di program BBC Football Daily, mantan penyerang sayap Arsenal tersebut menyoroti keputusan taktis Mikel Arteta. Menurut Walcott, kehadiran Kai Havertz memberikan dimensi berbeda di lini serang.

Martin Odegaard tampil luar biasa dan menjadi pengatur tempo tim. Namun, Eberechi Eze terlihat lebih bahagia saat Viktor Gyokeres keluar lapangan. Permainan terasa berbeda ketika Havertz berada di sana karena ia bisa turun lebih ke bawah untuk membangun kombinasi serangan, dan pola ini sudah terlihat berulang kali.

Laga ini menjadi momen penting bagi Eberechi Eze yang tidak dimainkan saat melawan Leeds akhir pekan lalu. Dipercaya tampil sebagai starter untuk ketiga kalinya musim ini, ia sempat kesulitan menembus pertahanan Lille yang dikawal bek berusia 18 tahun, Maxime Goffi, selama satu jam pertama.

Pola Permainan Tanpa Gyokeres

Situasi berubah ketika pergantian pemain dilakukan. Eze sukses menyambut umpan silang Bukayo Saka untuk mencetak gol pertamanya musim ini. Karakteristik permainan Eze memang lebih maksimal ketika memiliki rekan di lini tengah yang aktif menjemput bola dan melakukan kombinasi, peran yang sangat dikuasai oleh Kai Havertz.

Sebaliknya, Gyokeres lebih sering bermain sebagai penyerang murni yang minim keterlibatan dalam proses link-up play. Hal ini kerap membuat Eze harus berjuang sendiri di ruang yang minim dukungan.

Seperti yang disoroti Walcott, pola penurunan performa tim saat Gyokeres berada di lapangan bukan lagi kejadian insidental. Di sisi lain, Bukayo Saka menutup laga lewat gol ketiga yang membawanya semakin mendekati catatan gol Walcott di daftar pencetak gol sepanjang masa klub di Liga Champions.